Mulai Berkolaborasi
Lengkapi formulir di bawah ini. Tim kami akan menghubungi Anda dalam 3–5 hari kerja.
Terima kasih. Tim kami akan menghubungi Anda segera.
Atau kirim langsung via email ke partnership@interfaithpeace.id · WhatsApp 0811-2954-884
Sejak 2012 · Yogyakarta
Berbeda iman, bersatu untuk kemanusiaan.
Sejarah & Latar Belakang
YIPC Indonesia resmi berdiri pada 12 Juli 2012 di Yogyakarta. Organisasi ini diinisiasi oleh para akademisi dan aktivis perdamaian, di antaranya Dr. Jonathan Andreas dan Dr. Ayi Yunus Rusyana, saat menempuh studi doktoral di Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS), Universitas Gadjah Mada (UGM).
YIPC lahir sebagai respons atas maraknya eksklusivisme beragama, intoleransi, serta ancaman radikalisme yang menyasar kalangan anak muda, khususnya mahasiswa. Komunitas ini meyakini bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan untuk meredam konflik keagamaan akar rumput di masa depan.
Regional Aktif Saat Ini
Visi & Misi
"Building Peace Generation through Young Peacemakers"
Membangun Generasi Damai melalui Peacemaker Muda
Visi Kami
"Generasi damai yang berdasar atas kasih kepada Allah dan sesama."
Misi Kami
Melakukan pendidikan perdamaian dan interfaith dialogue secara terbuka, jujur, dan mendalam secara berkelanjutan.
Menggerakkan generasi muda dan masyarakat untuk hidup dalam damai dan saling mengasihi.
Terlibat dalam proses transformasi bangsa dan dunia dalam mewujudkan perdamaian global.
Ciri Khas & Metodologi
YIPC memiliki pendekatan yang unik dibandingkan komunitas lintas iman lainnya. Alih-alih menghindari pembicaraan teologis atau doktrin agama, YIPC justru mendekati perdamaian berlandaskan kitab suci masing-masing.
Pendekatan ini menjadikan YIPC berbeda dari komunitas lintas iman lain: bukan dengan menghindari topik sensitif, melainkan dengan masuk langsung ke dalamnya secara terbuka, jujur, dan saling menghormati — tanpa tujuan mencampuradukkan ajaran maupun memenangkan debat.
Kegiatan rutin (biasanya seminggu sekali) di mana anggota dari latar belakang Islam dan Kristen berkumpul untuk membaca, mendiskusikan, dan menggali teks Al-Qur'an dan Alkitab dengan tema tertentu seperti kasih, keadilan, atau toleransi — dilakukan secara terbuka dan jujur, tanpa tujuan sinkretisme maupun debat kusir.
Pelajari DetailNilai-nilai perdamaian yang berkolaborasi dengan materi dari Peace Generation, digunakan untuk membongkar prasangka, stereotip, dan melatih kemampuan manajemen konflik bagi para anggota YIPC.
YIPC membuktikan bahwa anak muda tidak perlu menanggalkan identitas keagamaan mereka untuk menjadi seorang aktivis perdamaian.
Secara akademis maupun sosial, YIPC dinilai berhasil mengubah cara pandang anggotanya yang semula eksklusif menjadi pribadi yang lebih pluralis-sosial dan inklusif, melalui model dialog yang menyentuh ranah teologis.
Bergabunglah
Student Interfaith Peace Camp adalah langkah pertamamu. Kamp intensif lintas iman yang akan mengubah cara pandangmu tentang perbedaan.